Tuhan dan Keadilan
Aku tidak mengutukMu Tuhan..aku tidak mengutukMu..Maafkan aku..
Aku bertengkar dengan Fitri. Entah sudah kali yang keberapa kami bertengkar, sudah tidak bisa kuhitung, karena memang aku tidak punya catatan dan tidak pula pernah mau memberi tanda di dinding sebagai sebuah pertanda perkalian pertengkaran kami.
Persoalannya adalah protesku pada Tuhan. Ya..Aku protes pada Tuhan...Tuhan yang maha adil dan maha pemberi itu, mana Dia, mana Dia..Aku tidak kunjung merasakan keadilan Tuhan. Fitri yang religius dan sabar itu...wanita manis cantik dan manja yang kunikahi itu menangis sambil terus melafazkan doa doa..
Aku tidak peduli, bagiku keadilan belum datang, bagiku Tuhan belum menunjukkan bahwa Dia sayang kepadaku. Aku tidak memprotesMu Tuhan. Aku hanya meminta hakku. Tolong berikan padaku..
Thursday, March 8, 2007
Friday, March 2, 2007
Wednesday, February 28, 2007
"Aku nga pernah dengar soal itu".
IHP. di lantai 5 sebuah kafe di gedung Mulia Kuningan
Aku bertemu dengan Bang Ivan , sesuai janji aku datang tepat pada waktunya, dan jauh dari bayanganku sebelumnya, bang Ivan ternyata tidak kaku dan malah sangat ramah. Kami bicara banyak soal televisi, berita dan kehidupan jurnalis.
Tidak hanya itu, kami juga bicara banyak tentang persoalan yang kuhadapi. Singkatnya, CV dan beberapa lembar aplikasi bertukar tempat, dari daypack eiger milikku ke tangannya.
Sampai pada ujung pertemuan, aku mendahului dengan mengatakan, entah tepat entah tidak dan entah berguna atau malah akan jadi sampah, aku membantah semua fitnah yang kuterima kepadanya..
kalian tahu apa jawaban bang Ivan..?? ini jawabnya...
Aku nga pernah dengar soal itu, tapi yang jelas, begini saja, jagad jurnalistik ini adalah jagat yang penuh dengan kata-kata, jangankan kamu yang masih belia disini, aku juga pernah diperlakukan sama..
IHP. di lantai 5 sebuah kafe di gedung Mulia Kuningan
Aku bertemu dengan Bang Ivan , sesuai janji aku datang tepat pada waktunya, dan jauh dari bayanganku sebelumnya, bang Ivan ternyata tidak kaku dan malah sangat ramah. Kami bicara banyak soal televisi, berita dan kehidupan jurnalis.
Tidak hanya itu, kami juga bicara banyak tentang persoalan yang kuhadapi. Singkatnya, CV dan beberapa lembar aplikasi bertukar tempat, dari daypack eiger milikku ke tangannya.
Sampai pada ujung pertemuan, aku mendahului dengan mengatakan, entah tepat entah tidak dan entah berguna atau malah akan jadi sampah, aku membantah semua fitnah yang kuterima kepadanya..
kalian tahu apa jawaban bang Ivan..?? ini jawabnya...
Aku nga pernah dengar soal itu, tapi yang jelas, begini saja, jagad jurnalistik ini adalah jagat yang penuh dengan kata-kata, jangankan kamu yang masih belia disini, aku juga pernah diperlakukan sama..
Tuesday, February 27, 2007
MENCUMBU HUJAN
kucumbui hujan yang jatuh di pangkuan bumi
kurayu hingga tetes yang terakhir menari
di luar jendela kamarku
ingin kubiarkan rintiknya menyirami sisa-sisa penatku
membasuh galau hatiku sore ini…
Bandung, 27 November 2002
Ini puisi dari syahfida..nama yang pernah lekat dalam hari hariku dalam rentang waktu 2002-2003 lalu, sebelum aki bertemu dengan Fitri.. entah kenapa akhir akhir ini aku selalu teringat pada masa lalu, masa masa dimana masih ada aku yang sendiri, dan masa dimana masih ada ibu, nenek serta kelompok wartawan jomblo yang selalu bersaing meraih kegagalan merayu wanita.
aku sudah tidak sendiri, mereka juga, Fida juga. tapi entah kenapa aku ingin kembali kemasa itu. Masa dimana masih ada aku dan bukan kami, kita atau bersama.
Sungguh aku tengah ingin sendiri, maafkan aku, aku hanya ingin menikmati sepi.
kucumbui hujan yang jatuh di pangkuan bumi
kurayu hingga tetes yang terakhir menari
di luar jendela kamarku
ingin kubiarkan rintiknya menyirami sisa-sisa penatku
membasuh galau hatiku sore ini…
Bandung, 27 November 2002
Ini puisi dari syahfida..nama yang pernah lekat dalam hari hariku dalam rentang waktu 2002-2003 lalu, sebelum aki bertemu dengan Fitri.. entah kenapa akhir akhir ini aku selalu teringat pada masa lalu, masa masa dimana masih ada aku yang sendiri, dan masa dimana masih ada ibu, nenek serta kelompok wartawan jomblo yang selalu bersaing meraih kegagalan merayu wanita.
aku sudah tidak sendiri, mereka juga, Fida juga. tapi entah kenapa aku ingin kembali kemasa itu. Masa dimana masih ada aku dan bukan kami, kita atau bersama.
Sungguh aku tengah ingin sendiri, maafkan aku, aku hanya ingin menikmati sepi.
TAK ADA PUISI HARI INI
: kado ultah buat seorang “B”
tak ada puisi hari ini
ketika kata-kata rindu tlah mati terkunci
ketika kalimat-kalimat cinta tlah usang dan basi
ketika bait-bait pujian tlah habis terkikis
tak ada, tak ada lagi yang dapat kutulis
maka ijinkan aku ‘tuk jadikanmu puisi
di hari ini…
Bandung, 18 Juni 2003
poem from my ex girl friend
: kado ultah buat seorang “B”
tak ada puisi hari ini
ketika kata-kata rindu tlah mati terkunci
ketika kalimat-kalimat cinta tlah usang dan basi
ketika bait-bait pujian tlah habis terkikis
tak ada, tak ada lagi yang dapat kutulis
maka ijinkan aku ‘tuk jadikanmu puisi
di hari ini…
Bandung, 18 Juni 2003
poem from my ex girl friend
Subscribe to:
Posts (Atom)